Pages

Rabu, 17 Agustus 2011

Sttt.. Jangan bilang siapa-siapa ya !

Aku melirik ke arahnya , yang dimaksud adalah cowok yang bernama Rama. Kalau dipikir-pikir , tak ada yang menarik dari nya. Wajahnya biasa-biasa saja penampilan nya apalagi ! Sangat-Sangat-biasa-biasa-saja-siiihh (SSBBSS)!
Teman-temanku bilang , Rama itu makhluk luar angkasa yang GAK PERNAH suka sama siapapun di bumi ini kecuali Matematika. Memang dikelasku gak ada yang bisa nandingin dia dalam pelajaran satu itu.
“Kin, liat apa sih ?” tiba-tiba tanya tasya teman sebangku ku .
“ohh, engg .. engga”
“Ngeliatin si Rama yaa? Emang sih dia aneh, tapi kamu gak usah ngeliatin dia sampai segitunya kalee”
“Iya-iya , habis makin lama tuh anak makin culun aja “
“embeeeeeeerrrrr!”
“Hahaha” kami tertawa berbarengan.
Kulihat Rama memandang kami lalu membuang muka.
Ssssstt.. jangan bilang siapa-siapa yah! Dalam hatiku, aku merasa sakit hati setiap saat ada yang menghina nya. Tapi , aku tak bisa apa-apa. Aku malu mengakui kalau aku suka dia. Aku selalu merasa kalau dibalik kacamatanya yang tebal terdapat sepasang mata indah yang mempesona. Gawat nya lagi, aku sering memimpikan kalau suatu saat Rama menjadi Super Hero dan aku menjadi kekasihnya. Weleehh, ku rasa aku memang sudah gila! Apa kata teman-teman ku nanti kalau aku suka sama dia? Itu sebabnya aku mengunci pintu hati dan mulutku rapat-rapat.
Aku kepagian, tumben. Sekolah masih sepi. Saat aku masuk kelas, kelas pun masih sepi, tapiiiii... Aduh , mati aku ! Rama ternyata sudah datan. Dia duduk dengan tertib dibelakang bangkunya sambiil menulis sesuatu diatas sehelai kertas. Tiba-tiba niat jahilku datang. Aku mendekati meja nya sambil berkata ,
“Hayo! Nulis apaan sih Ram?”
“Ah enggak.. “ Jawabnya kikuk.
“Liat dong !”
“Eeee ngga bolehh”
“Duh galak amat, pinjem dulu ahh” aku merebut kertas itu dan membacanya sambil berlari. Rama mengejarku.

*Rasa yang semakin lama mengetuk hatiku, haruskah ku ungkapkan? Sedangkan kau selalu menertawakan ku. Haruskah ku ucapkan? Bila tidak, biar kau mewakili perasaan ku , wahai kertas mungil dan pulpen murahan , AKU SUKA KINANTI !*

“huk, uhuk, uhuk !” aku terbatuk saat membaca kalimat terahir dikertas itu.
Bruk...
“Aduhh” aku dan rama bertubrukan. Rupanya rama gak sempet mengerem larinya saat aku tiba-tiba berhenti berlari. Kami saling berhadapan. Kemudian rama membuka kacamatanya yang tebal. Ah, ternyata benar, matanya memang indah!.
“Aku suka Kinanti”
“Aku suka Rama”
Lagi-lagi aku minta, jangan bilang siapa-siapa yahh ! :D

2 komentar: